1200 kontak di blackberry

Dear Kulinerpreneur,

 

Melihat gigihnya salah satu teman usaha mochi di kota medan, dan setiap harinya selalu jualan melalui blackberry saja. Sekarang dia sudah merambah di dunia twitter. Nah di blackberry dia bahkan ada 1200 kontak aktif yang siap dia kirimkan  iklan mochi yang lucu. Tingkat keberhasilan merkea itu sekitar 1-5 persen penjualan. Jika itu di bagi rata rata maka sekitar 20-50 org yang akan memesan mochi tiap harinya. Karena positioning mochi sebagai oleh oleh maka banyak mochi yang di beli bukan hanya 1 kotak melainkan 2-10 kotak/pesanan. GILA. sadis ah. SALUT akan kemampuan untuk melihat peluang bisnis di manapun berada. Ayo semangat jualan kulinerpreneur

 

Cheers

Social Media dan kuliner

Dear kulinerpreneur,

 

Tahukan anda sekarang dunia social media sangat dekat dengan dunia kuliner? jika melihat tamu tamu sering memphoto makanan usaha anda berarti anda cukup sukses. Cobalah belajar di dunia social media sekarang. Saya percaya kita mungkin tidak ada waktu untuk mengatur keseluruhan social media. Namun kita bisa bermain di salah satunya. Misalnya twitter mempunyai jaringan yang sangat luas untuk mempromosikan produk kita, Instagram juga sekarang lagi sangat okay. Dan beberapa pendatang messaging yang baru kelihatannya asik juga seperti Line, Whatsapp dan wechat. Pergunakalan teknologi sehari 20 menit dalam usaha anda. Jamin ada orderan dari sana, kelipatan dunia social media jauh lebih cepat dan murah jika kita serius dalam bermain dengan social media. Mulai sekarang jg deh main social media .. :)

 

Cheers

 

 

Distribusi Makanan Minuman

Dear Kulinerpreneur,

 

Distribusi makanan ataupun minuman juga merupakan salah satu usaha kulinerpreneur. Banyak produk kita yang memang lebih condong kepada sistem distribusi di bandingkan kita jualan retail setiap harinya. Semangat wirausaha mesti ada terus untuk beranikan maju dari dunia retail kepada dunia distribusi. Tentunya didunia distribusi kita bermain dengan kuantitas yang banyak. Pendapaatan dunia distribusi itu lebih kecil dari retail, tapi tentunya dengan mengajak partner untuk menjadi sub distributor kita di daerah maka penjualan kita akan banyak dan produk kita bisa massal. Beberapa usaha distribusi yang sering di lihat adalah distribusi emping, distribusi kerupuk, distribusi es krim dll.  Mungkin selain dunia retail beberapa kulinerpreneur bisa melihat peluang distribusi? :)

 

Cheers

Tips Design Dapur Tempat Usaha Kuliner

Dear kulinerpreneur,

 

Seberapakah besar dapur yang di perlukan untuk setiap usaha kita? bingung bukan? banyak usaha yang langsung masak di tempat selalu salah dalam memberikan ruangan yang cukup untuk dapur. Memang boleh di bilang banyak faktor lokasi yang selalu tidak sesuai keinginan pengusaha. Namun untuk hasil yang lebih bagus terutama dari segi pengusaha maka kita harus memikirkan matang matang design dapur usaha kita. Beberapa tips yang penting adalah:

1. Ruangan dapur mesti sekitar 1/3 dari usaha lokasi jualan anda. (Itupun jika di perbolehkan lebih sedikit)

2. Usahakan pencahayaan yang cukup sehingga tidak timbul jamur ataupun bakteri yang berbahaya untuk jualan kita.

3. Pembuangan air yang cukup di perhatikan dan gampang di bersihkan.

4. pembuangan asap yang cukup di perhatikan sehingga ruangan dapur tidak hitam.

5. Akses yang cukup lebar untuk para koki berjalan.

 

Cheers.

Mohon Kulinerpreneur Perhatikan Kebersihan Linkungan

dear kulinerpreneur,

 

Banyak lokasi lokasi kuliner telah di kunjungin, ada yang bersih di tempat jualan ataupun dapur dan ada yang kurang bersih di dalam lokasi usaha. Kulinerpreneur bukan hanya mengatur akan kebersihan di dalam lokasi kita berjualan ataupun dapur. Namun coba perhatikan dari pembuangan minyak kita, pembuangan sampah sampah kita yang selalu kurang di atur. Mengakibatkan selokan yang tersumbat, bau yang tidak sedap dan sampah juga tidak terbuang sesuai dengan lokasi yang telah di tentukan. Ada baiknya kulinepreneur melihat langsung air yang terbuang itu menuju kemana sehingga cobalah di filter supaya likungan kita tetap bersih dan nyaman. Ada baiknya kulinerpreneur mengikuti sampah yang telah kita buang ternyata di lempar kemana, sehingga kita bisa memberikan input yang lebih baik kepada sampah dari usaha kita. Semoga kita tetap saling menjaga likungan dan terbentuklah green kulinerpreneur yang baik.

 

cheers.